Jakarta, 16 Oktober 2020
MY DREAM
Harapan setinggi langit
Cita-cita mulia bersemayam diraga ini
Berlari bersama derasnya hujan ditengah hamparan kebun duri
Bersimpah darah hingga mengukir luka sanubari
Impian . . .
Ada apa denganmu?
Mengapa engkau sulit kujangkau
Engkau terlalu mustahil
Atau diriku yang tak tahu diri
Berjuang di tengah keterbatasan tidaklah mudah
Perlu keteguhan hati jiwa dan raga
Jurang ada di setiap tempat, mencoba membawaku ke dasarnya
Saat gencar-gencarnya, tiba-tiba ada tembok besi menjulang
tinggi
Cuit-cuitan burung tak mengenakan terdengar nyaring
Teriakan petir mengalun indah tak henti
Apa ini akhir dari semuanya?
Apa inilah takdirku?
Apakah ceritaku akan tamat
Langkah tergontai-gantai menandakan kelelahan
Aku lelahhh. . . sungguh
Lelah dengan semuanya
Bukan engkau yang mustahil, namun diriku yang tak tahu diri
Apa aku harus memutar truk yang beisi secuil impian tinggi ini?
Tidak!
Bagaimana bisa aku berhenti di tengah jalan
Bagaimana bisa harapan yang selama ini berada di doaku kutinggalkan
begitu saja
Aku benar-benar tak tahu diri
Tapi bukan mengenai harapan yang ku inginkan
Melainkan tak tahu diri karena begitu rapuh dan lemah
Disaat dibelakang sana banyak yang mendukungku
Disetiap doanya terucap namaku
Disetiap malamnya berharap kejayaanku
Sudah terlalu lama mereka menemaniku berjuang
Maaf . . .
Maaf Ayah. . . Ibu. . .
Aku sempat putus harapan
Tapi mulai detik ini aku akan terus memperjuangkan impian
Aku akan bawa ke puncak gunung tertinggi
Dan ku katakan pada semua ciptaan-Nya
bahwa harapanku tidak akan pernah pudar
Aku akan terus berlari hingga engkau kuraih

Komentar
Posting Komentar