PERMATA HIDUPKU
Ibu. . . .
Penerang dalam
gulita
Penuntun dalam
kegundahan
Menyayangi, mengasihiku tanpa batas
Engkaulah satu-satunya
cahaya di hidupku
Tatkala di malam hari ku terbangun dari
tidur lelapku
Ku melihat
wajah sendumu sedang tertidur pulas penuh dengan kedamaian
Terpancar penuh kasih dan sayang
Sungguh Engkau adalah
alasanku untuk meraih kesuksesan
Sabda mu adalah
doa yang indah bagiku
Keringat darah bercucuran
diwajah indahmu
Sekalipun kau terluka, senyum tulus selalu kau pertunjukan
Engkau segalanya bagiku
Tuhan Memang tepat
menjadikan telapak kakimu sebagai Surgaku
Kau selalu membuatku tersenyum,
tapi aku selalu
membuatmu menangis
Engkau
pelipur lara bagi jiwaku yang rapuh,
tapi maaf atas segala lara yang tercipta untukmu
Darahmu mengalir di tubuhku
Ragaku selalu menyatu di tubuhmu
Ibu . . . .
Karenamulah aku kuat
Aku ingin menjadi wanita tangguh
Tahan terhadap segala rintangan
Tuhan tak pernah meninggalkan umatnya
Bulan tak pernah meninggalkan malam
Matahari tak pernah meninggalkan siang
Dan aku percaya Ibu tak pernah meninggalkanku
Kau
jadikan aku duniamu
Wahai Tuhanku Yang Mulia
Muliakanlah ibuku
Buatkanlah surga yang
indah bagi beliau
Berikan selalu kebahagian serta kesehatan dalam hidupnya
IBUU . . .
Terimakasih atas
cinta, kasih sayang dan pengorbananmu
Aku sungguh
mencintaimu
Jakarta, 23 September 2020

Komentar
Posting Komentar